Nama: wanchai niyom Nim: G000164022
ISLAM DAN TEKNOLOGI
Ilmu dan Teknologi Menurut Islam
Pandangam Al-Quran tentang ilmu dan teknologi dapat diketahui prinsip-
prinsipnya dari analisis wahyu pertamu yang diterima nabi Muhammad saw. Bacalah
dangan (menyabut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan
manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar
manusia dangan pena, mengajar apa yang tidak diketahuinya (QS Al-Alaq [96]:1-5)
Lqra` terambil dari akar kata yang berarti memghimpun. Dari menghimpun lahir
aneka makna seperti menyampaikan,menelaah,mendalami, mengatahui ciri sesuatu,
dan membaca baik teks tertulis maupun apa yang harus dibaca, dalam arti
bermanfaat untuk kemanusiaan.Pengulangan perinta membaca dalam wahyu
pertama ini bukan sekadar menunjukkan bahwa kecakapan membaca atau
diperoleh kecuali mengulang-ulang bacaan atau membaca hendaknya dilakukan
sampai mencapai batas maksimal kemampuan. Tetapi hal itu untuk mengisyatkan
bahwa mengulang-ulang bacaan bismi Rabbik (demi Allah) akan menghasilkan
pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca masih itu-itu juga.Demikian
pasan yang dikanbung lqra`wa rabbukal akram (Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha
Pemurah.)
ILMU Kata ilmu dangan berbagai bentuknya terulang854 kali dalam Al-Quran.
Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek
pengatahuan. Ilmu dari segi bahasa beraati kejelasan, kerana itu segala yang
terbentuk dari akar katanya mempuyai ciri kejelasan.Allah SWT tidak dinamakan
a’rif’ tetapi alim, yang berkata kerja ya’lam (Dia mengatui), dan biasanya Al-Quran
mwnggunakan kata itu – untuk Allah- dalam hal-hal yang diketahuiya, walapun
gaib,tersembunyi, atau dirahasiakan.Perhatikan objek-objak pengatahuan barikut
yang dinisbahkan kepada Allah: ya’lam ma yasirrun (Allah mengatahui apa yang
mereka rahasiakan), ya’lam ma fi al-arham(Allah mangatahui sesuatu yang berapa
di dalam Rahim), ma tahmil kullu untsa(apa yang dikandung oleh setina/permpuan),
ma fi anfusikum (yang di dalam dirimu) ,ma fissamwat wa ma fil ardh (yang ada di
langit dan di bumi),khainat al-ayun wa ma tukhfiy ash-shudur (kedipan mata yang
disembunyikan dalam dada).Demikian juga `ilmu yang disandarkan kepada
manusia, semuaya mengandang makna kejelasan.Dalam pandangan Al-Quran,ilmu
adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk lain guna
menjalankan fungsi kekhalifahan.lni tercarmin dari kisah kejadian manusia pertama
yang dijelaskan Al-Quran pada surat Al-Baqarah(2) 31 dan 32:Dan dia (Allah)
mengajarkan kepada Adam, nama-nama (banda-banda) semuanya.kemudian Dia
mengemukakannya kepada para malaikat seraya berfiman, “sebutkanlah kepada-ku
nama-nama banda-banda itu jika kamu memang orang-orang yang benar (menurut
dagaamu).’’Mereka (para malaikat) menjawab, ‘’Mahasuci Engkau tiada
pangetahuan kecuali yang telah engkau ajarkan. Sesugguhnya Engkau Maha
Mengetahui lagi Mahabijaksana.”(QS.Al-Baqarah (2) 31 dan 32) Manusia, menurut
Al-Quran, memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengambangkannya dangan
seizin Allah. Kerana itu, bertebaran ayat yang memerintahkan manusia
menempuh.berbagai cara untuk mewujudkan hal tersebut. Baekali-kali pula Al-
Quran menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang-orang yang
berpengetahuan.Menurut pandangan Al-Quran- seperti diisyaratkan olah wahyu
pertamu-ilmu terdiri dari dua macam.Pertama, ilmu yang diperoleh tanpa upaya
manusia, dinamai ‘ilma ladunni, seperti diinformasikan antara lain oleh Al-Quran
surat Al- kahfi (18):65.
OBJEK ILMU DAN CARA MEMPEROLEHNYA Berdasarkan pambagian ilmu
yang disebutkan terdahulu, secara garis besar objek ilmu dapat dibagi dalam dua
dagian pokok, yaitu alam non-materi. Sains mutakhir yang mengarahkan pandangan
kepada alam materi, menyababkan manusia membatasi ilmunya pada bidang
tersebut. Bahkan sebagian mereka tidak mengakui adanya realitas yang tidak dapat
dibuktikan di alam materi.kerana itu. Objek ilmu menurut mereka hanya mencakup
sains kealaman dan terapannya yang dapat berkembang secara kualitiatif dan
terapannya yang dapat berkembang secara kualitatif dan penggandaan, variasi
terbatas, dan pangalihan antarbudaya.Objek ilmu menurut ilmuwan maslim
mencakup alam materi dan non-meteri.Karena itu, sebagai ilmuwan Muslim-
khususnya kaum sufi melslui ayat-ayat Al-Quran- memperkenalakan ilmu yang
mereka sebut al-hadharat Al-llahiyah al-khams(limu kehadiran llah) untuk
meggambarkan hierarki keseluruhan realitas wujud.
MANFAAT ILMU Dari wahyu pertama, juga ditemukan petunjuk tentang
pemanfaatan ilmu. Melalui lqra’ bismi Rabbika, digariskan bahwa titik tolak atau
motivasi pencarian ilmu, demikian juga tujuan akhirnya, haruslah kerena
Allah.Syaikh Al-azhar, memahami Bacalah demi Allah dangan arti untuk
kemaslahatan makhlukya. Bkankah Allah tidak membutuhkan sesuatu, dan justru
makhluk yang membutuhkan Allah SWT.Semboyan “ilmu untuk ilmu” tidak dikanal
dan tidak dibenarkan olah islam. Apa pun ilmunya, materi pembahasannya harus
bismi Rabbani.Sehingga ilmu yang – dalam kenyataannya dewasa ini mengikuti
pendapat sebagaian ahli- “bebas nilai”, harus diberi nilai Rabbani oleh ilmuwan
Muslim. Kaum Muslim harus menghindari cara berpikir tentang bidang – bidang yang
tidak menghasilkan manfaat, apalagi tidakl memberikan hasil kecuali menghabiskan
eanghabiskan energi. Rasullah sew sering berdoa, “wahai tuhan, Aku berlindung
kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat” Atas dasar ini pula berpikir atau
menggunakan akal untuk mengungkap rahasia alam metafisika, tidak bolen
dilakukan. Artinya, hati mesti dipergunakan untuk menjelajahi alam metafisika.
Menarik untuk dikemukakan bahwa ayat-ayat Al-Quran vang berbicara tentang alam
raya, menggunakan redaksi yang berlainan ketika menunjukkan manfaat yang
diperolen dan alam raya, walaupun objek utau bagian alam yang diuraikan sama.
TAKNOLOGI Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan
sebagai “kemampun teknik yang berlandaskan pengatahuan ilmu eksata dan
berdasarkan proses teknis” Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains
untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan
manusia.Menelusuri pandangan Al-Quran tentang teknologi, mengundang kita
menengok sekian banyak ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam raya, Menurut
sebagian ulama, terdapat sektiar 750 ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam
materi dan fenomenanya, dan yang memerintahkan manusia untuk mengatahui dan
memanfaatkan alam ini. Secara Tegan dan berulang Al-Quran menyatakan bahwa
alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk manusia. Dan dia menundukkan
untuk kamu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi Semuanya
ความคิดเห็น
แสดงความคิดเห็น